Menghubungkan Aplikasi Ke Google Firebase Analytics

Analytics tentu sangat berguna bagi kita sebagai developer untuk mengetahui statistik aplikasi dan kegiatan yang dilakukan pengguna di aplikasi kita.  Kita dapat mengetahui jumlah download aplikasi, aktivitas-aktivitas pada aplikasi yang dikunjungi pengguna, asal negara pengguna, jumlah pengguna yang sedang online, jumlah pengguna baru, jumlah pengguna aktif, dan lain sebagainnya.

Baik, pertama yang perlu dilakukan tentunya mendaftar terlebih dahulu ke Google Firebase. Disini kita harus menyiapkan project aplikasi Android dan browser internet secara bersamaan. Untuk mendaftar ke Firebase, buka browser intenet Anda dan silahkan terlebih dahulu login ke Google Account, setelah itu buka halaman website Google Firebase, lalu klik Get Started.


Mendaftar ke Google Firebase
Gambar 1 : Halaman depan Google Firebase


Setelah itu akan muncul halaman selanjutnya yang berbunyi "Selamat datang di Firebase!" diikuti sebuah tombol link "Buat project" dibawahnya. Klik pada tombol tersebut untuk memulai membuat sebuah project terlebih dahulu.


Membuat project baru di Google Firebase
Gambar 2 : Halaman membuat project di Firebase

Berikutnya akan muncul halaman dengan field teks untuk memasukkan nama dari project. Isikan nama dari project (bebas, tidak harus sesuai dengan nama aplikasi Anda), klik centang pada checkbox persetujuan kemudian Lanjutkan.


Konfigurasi nama project untuk Firebase
Gambar 3 : Menentukan nama untuk sebuah project Firebase


Langkah berikutnya dari membuat project firebase, Anda akan dihadapkan dengan halaman seperti dibawah. Tidak perlu ada yang dirubah, langsung saja klik Lanjutkan.


Menautkan project ke Google Analytics
Gambar 4 : Menautkan project ke Google Analytics

Halaman selanjutnya yang akan muncul adalah halaman konfigurasi Google Analytics, yakni memilih negara lokasi analytics (di contoh ini kita pilih Indonesia), setelan berbagi dan persyaratan data Google Analytics; klik centang pada semua checkbox lalu klik tombol dibawahnya, tunggu sampai proses pembuatan project selesai.


Konfigurasi setelan Google Analytics
Gambar 5 : Konfigurasi Google Analytics


Setelah pada tahap diatas, pembuatan project telah selesai dan Anda akan dibawa ke halaman Ringkasan dari Project. Langkah berikutnya adalah menautkan aplikasi Android kita. Klik pada icon Android yang ada di halaman Ringkasan Project, setelah itu akan muncul halaman untuk mengisikan Nama paket dari aplikasi, Nama aplikasi dan Sertifikat penandatanganan debug SHA-1.


Halaman ringkasan project Google Firebase
Gambar 6 : Halaman Ringkasan Project


Untuk Nama paket wajib diisi, untuk Nama aplikasi dan Sertifikat SHA-1 sifatnya adalah opsional, namun saya selalu mengisi nya setiap kali menautkan aplikasi ke Firebase Analytics. Nama paket adalah seperti misalnya : com.gwnbs.sharedpreferences. Berikut dibawah ini gambar petunjuknya.


Mengisikan nama paket di Firebase Analytics
Gambar 7 : Menuliskan rincian aplikasi

Pada contoh gambar diatas, nama paketnya adalah : com.gwnbs.sharedpreferences, kemudian nama aplikasinya : Shared Preferences, dan sertifikat SHA-1 nya adalah kombinasi angka-angka dengan huruf disertai simbol-simbol titik dua.

Sertifikat penandatanganan debug SHA-1 tersebut bisa didapat melalu signingReport pada project di Android Studio Anda. Caranya adalah dengan membuka icon gradle yang ada disamping kanan sudut atas pada project aplikasi Android Studio, kemudian perluas folder Tasks, kemudian perluas lagi folder android, disitu Anda akan melihat signingReport. Seperti gambar dibawah ini :


Mengakses SigningReport Android Studio
Gambar 8 : Mengakses SigningReport project aplikasi Android Studio

Kemudian double klik pada signingReport tersebut dan tunggu hingga proses signing selesai. Setelah proses selesai (hanya beberapa detik), maka akan ditampilkan rincian yang didalamnya terdapat beberapa jenis sertifikat dari aplikasi Anda, termasuk SHA1. Copy sertifikat tersebut lalu pastekan pada teks field pada tahapan sebelumnya.


Sertifikat penandatangan debug SHA-1 Android
Gambar 9 : Cara mendapatkan sertifikat SHA1

Setelah penulisan rincian aplikasi selesai, klik tombol "Daftarkan Aplikasi". Tahap kedua dari menautkan aplikasi ke Firebase yaitu mengunduh file konfigurasi yaitu : google-services.json. Klik tombol untuk mengunduh file tersebut.


Mengunduh file konfigurasi google-service.json
Gambar 10 : Mengunduh file konfigurasi google-services.json


Copy file google-services.json tersebut dari file explorer komputer Anda, kemudian berpindah ke project aplikasi Anda di Android Studio. Terlebih dahulu buat tampilan project Android Studio Anda terlihat sebagai tampilan "Project", kemudian perluas folder nama aplikasi, lalu klik kanan pada folder app dan pilih paste. Maka file konfigurasi pun telah di tempel.


Peletakan file konfigurasi google-services.json
Gambar 11 : Peletakan file konfigurasi di project Aplikasi

Kembali ke halaman menautkan aplikasi ke firebase pada browser internet Anda, kemudian klik tombol "berikutnya". Setelah itu akan muncul halaman petunjuk untuk memasukkan library (SDK = Software Development Kit) firebase yang diperlukan ke dalam project aplikasi. Dari beberapa SDK yang ditampilkan pada halaman tersebut, seharusnya hanya ada 4 SDK yang perlu kita masukkan ke dalam build.gradle project yaitu :

1. classpath 'com.google.gms:google-services:4.3.4'
2. apply plugin: 'com.google.gms.google-services'
3. implementation platform('com.google.firebase:firebase-bom:26.1.0')
4. implementation 'com.google.firebase:firebase-analytics'

Karena SDK lainnya telah secara otomatis ada pada project Andorid saat project dibuat. Pun begitu, Anda tetap harus cross check saat menyunting file build.gradle aplikasi, bisa saja SDK yang seharusnya secara otomatis sudah termasuk namun tidak ada.

Beralih ke Android Studio, perluas folder Gradle Scripts, lalu buka build.gradle(Project: nama_project), kemudian tempelkan SDK nomor 1 pada kotak diatas, seperti terlihat pada gambar dibawah ini.


Memasukkan library firebase ke build.gradle project
Gambar 12 : Memasukkan SDK Firebase ke build.gradle(Project: aplikasi)


Berikutnya buka build.gradle(Module: app), lalu masukkan SDK nomor 2 pada kotak diatas tepat dibawah apply plugin: 'com.android.application', seperti terlihat pada gambar dibawah ini.


Gambar 13 : Memasukkan SDK Firebase ke build.gradle(Module: app)


Masih di build.gradle(Module: app), scroll ke paling bawah, dan masukkan library nomor 3 dan 4 di dalam dependencies.


Gambar 14 : Memasukkan SDK Firebase ke build.gradle(Module: app)



Setelah semua library di masukkan, sync ulan gradle. Jangan lupa untuk mengkoneksikan komputer ke internet karena Android Studio perlu mengunduh library tersebut.

Keperluan di Android Studio sudah beres, sekarang kembali ke halaman firebase dimana langkah terakhir di tinggalkan dan klik tombol "berikutnya", kemudian klik tombol "Lanjutkan ke console". 

Sampai disini semuanya sudah beres, namun jika Anda mendapati perintah untuk menjalankan aplikasi pada halaman firebase, silahkan untuk terlebih dahulu melakukan debug aplikasi Anda. Hal ini untuk memastikan sistem Firebase bahwa penautan aplikasi Anda ke Firebase berjalan dengan baik.

Aplikasi Anda sudah siap untuk Google Analytics, tunggu beberapa saat pada halaman dashboard Firebase untuk data statistik aplikasi Anda ditampilkan (tentunya jika aplikasi sudah dirilis ke publik dan memiliki pengguna). Jangan lupa juga untuk mendownload aplikasi Google Analytics dari Playstore.

Sekian tutorial ini. Terima kasih sudah meluangkan waktu berkunjung. Jika ada yang ingin disampaikan, bisa diposting di kolom komentar.

Comments

Post Terpopuler Sepanjang Masa

Cara Memasang Iklan Interstitial AdMob

Cara Memasang Iklan Banner AdMob di Android Studio

Aplikasi Pengingat Tugas (To Do Reminder) Android

Tutorial Menerapkan Animasi Lottie di Android Studio

Cara Merubah Package Name di Android Studio

Membuat Custom Listview di Android Studio

Cara Membuat Custom Icon Vector Asset di Android Studio